Wulan Kepitu, Saatnya Menikmati Udara Bersih di Gunung Bromo

Pernahkan anda mendengar salah satu budaya Indonesia, ‘wulan Kepitu’. Jika anda belum pernah mendengar, Istilah wulan kepitu sendiri sebenarnya berasal dari Bahasa Jawa yang artinya bulan ketujuh.

Lebih tepatnya , kata Wulan kepitu merujuk pada system penanggalan atau kalender masyarakat Suku Tengger di Jawa Timur.

Bagi masyarakat Suku Tengger, wulan kepitu merupakan bulan yang suci. Pada bulan itu, sesepuh tokoh masyarakat Tengger akan melakukan puasa yang bertujuan untuk menahan sifat duniawi dan fokus mendekatkan diri pada sang pencipta.

Jika waktunya tradisi wulan kepitu tiba, maka itu bisa jadi waktu berwisata yang tepat untuk mengunjungi Gunung Bromo, Jawa Timur. Karena pada masa itu, Masyarakat Tengger penghuni sekitar Gunung Bromo tengah merayakan bulan suci Wulan Kepitu.

Selama perayaan Wulan Kepitu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru  biasanya melaksanakan car free month (CFM) atau bulan bebas kendaraan.

Ditahun 2020 ini,bulan bebas kendaraan akan mulai diterapkan untuk kawasan Kaldera Tengger Gunung Bromo mulai tanggal 24 Januari hingga satu bulan kedepan tanggal 24 Februari 2020.

Wulan Kepitu, Saatnya Menikmati Udara Bersih di Gunung Bromo
Pejabat Pemprov Kunjungi Wisata Jawa Timur

Dalam rangka perayaan tradisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, secara aktif mengajak para turis domestik maupun turis asing untuk berkunjung ke Gunung Bromo saat perayaan Wulan Kepitu.

Tidak hanya menghimbau orang lain, Gubernur Khofifah didampingi tokoh adat dan Bupati Probolinggo pun juga langsung ikut berkunjung ke Kaldera Gunung Bromo.
Khofifah berbagi penngalamannya dengan menuturkan suasana saat Wulan Kepitu,

Menurutnya, udara di kaldera Gunung Bromo atau di sekitar lautan pasir menjadi bersih karena tidak ada kendaraan bermotor yang berlalu lalang.

“Jadi tidak ada asap kendaraan bermotor, yang ada asap yang keluar dari Gunung Bromo,” kata Khofifah di kawasan wisata Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo, Sabtu (15/2/2020).

Ia pun mengajak wisatawan untuk berkunjung ke kaldera Gunung Bromo saat Wulan Kepitu yang berakhir pada 24 Februari mendatang.

“Jangan lupa berkunjung ke Bromo saat Wulan Kepitu, rasakan udara bersih dan sejuk sambil berwisata di Kaldera Gunung Bromo,” ucapnya.

Keesokan harinya, Ia dan rombongannya yang berjumlah sekitar 20 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jawa Timur turun ke lautan pasir Gunung Bromo dengan menaiki kuda.

Sebelumnya, Khofifah juga menggelar pertemuan dengan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, dan tokoh masyarakat adat Suku Tengger untuk membahas rencana percepatan pembangunan wilayah Bromo Tengger Semeru yang tertuang dalam Perpres 80 tahun 2019.

Tidak hanya menikmati keindahan gunung bromo yang terkenal dengan sunrise dan sunset nya hingga keluar mancanegara, kini anda juga bisa menyaksikan kekayaan budaya Indonesia yang mempesona

Selamat berwisata

Leave a Reply