Inilah Kondisi Taman Rekreasi Kampung Gajah, Telah Berubah

Pada awal tahun 2010 an, dunia maya terutama warga Jawa Barat sempah heboh dengan di bukanya salah satu tempat wisata yang menarik di Bandung Barat. Wisata tersebut adalah Tama Rekreasi Kampung Gajah.

Dulunya, tempat inimerupakan salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal dan tiap pekan selalu di datangi pengunjung dari berbagai daerah.

Tempat wisata ini merupakan milik PT Cahaya Adiputra Sentosa (PT CAS). Taman ini di banging dengan luas sekitar 60 hektar dan memiliki jumlah karyawan sebanyak 112 orang untuk kegiatan operasionalnya.

Namun sayangnya belum genap 10 tahun didirikan, kini tempat wisata tersebut mungkin sudah tidak bisa lagi di jadikan destinasi wisata.

Hal itu bermula sejak pihak pengadilan niaga Jakarta pusat memutuskan pailit pada desember 2017. Sejak saat itulah masa kejayaan taman rekreasi kampung gajah ini sirna. Sejak itu tak banyak yang peduli dengan keberadaan tempat wisata yang dianggap oleh sebagian netizen memiliki tariff wahana cukup mahal.

Namun kini tempat wisata ini kembali ramai di perbincangkan setelah salah satu conten creator Satrya Lesmana mengunggah beberapa foto dan juga video terkait kodisi terkini dari salah satu destinasi wisata ini.

Inilah Kondisi Taman Rekreasi Kampung Gajah, Telah Berubah

Bukan Menyenangkan Tapi Menyeramkan

Dari postingan instagram Satrya, dapat di lihat dengan jelas bagian bangunan taman yang berantakan dan tidak teruru.Lahan seluas 60 hektar kini sebagian besar telah tertutup oleh rumput liar yang tumbuh bebas di bagian bagian taman. Tidak hanya itu, berbagai perlengkapan wahana yang dulunya di sebut cukup mahal oleh sebagian orang ini pun nampak masih bediri kokoh.

Pemandangan tersebut justru mengundang bulu roma untuk bergidik. Sebab bukannya menawarkan tempa twisata yang ceria, kini taman rekreasi kampung gajah ini justru nampak seperti tempat wisata horror yang angker dan menyeramkan.

Berita mengenai horornya tempat wisata ini pun juga makin ramai setelah creator video Satrya Lesmana menceritakan pengalaman horornya saat mengunjungi taman rekreasi yang terbuang itu.

“Kamera 2 kali mati saat ngerekam. Padahal baterai full dan memory juga masih penuh. Sekali mati di perosotan tornado, sekali lagi di basement bangunan.” Terang Satrya.

Selain itu Drone yang di gunakan untuk mengambil gambar pun juga mengalami masalah dan eror pada ketinggian 30 meter tepatnya di area wahana tornado.

“padahal pas ambil footage di ketinggian 120 meter untuk ambil keseluruhan area, drone normal dan lancer” imbuhnya.

Dulunya tempat wisata ini memiliki lebih dari 30 macam wahana yang menyenangkan. Wahana tersebut antara lain adalah berkuda, aoutbond, flying fox,rumah teletubies, mobil go kart, bersepeda, naik delman, trampoline, berengan, tornado dan lain lain.

Biaya tiket masuk pada tahun 2010 sekitar 15 ribu rupiah. Sedangkan biaya yang harus di keluarkan oleh pengunjung untuk menikmati wahana wahana tertentu memiliki kisaran biaya puluhan ribu rupiah.

 

Leave a Reply