Akibat Pandemi, Agenda Wisata Sepanjang Tahun 2020 Banda Aceh Dibatalkan

Indonesia masih terus berjuang melawan penyebaran virus corona hingga Sabtu (18/04) dimana Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata membatalkan seluruh kegiatan yang masuk dalam kalender kepariwisataan di ibu kota Provinsi Aceh sepanjang 2020.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar di Banda Aceh, pembatalan semua kegiatan tersebut merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

“Semua kegiatan pariwisata di antara berbagai festival maupun pentas seni budaya yang mengumpulkan orang banyak terpaksa dibatalkan karena Covid-19,” ujarIskandar.

Iskandar menjelaskan bahwa dalam situasi saat ini semua kegiatan lebih difokuskan pada penanganan pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam hal ini termasuk juga anggaran belanja yang dialihkan untuk penanganan dan pencegahan virus corona.

“Termasuk rangkaian kegiatan memeriahkan hari ulang tahun ke 815 Kota Banda Aceh pada April ini, juga dibatalkan. Artinya, semua kegiatan pariwisata yang mengumpulkan orang dibatalkan,” jelas Iskandar.

Akibat Pandemi, Agenda Wisata Sepanjang Tahun 2020 Banda Aceh Dibatalkan

Fokus Tangani Corona

Padahal sebelumnya, telah dibuat 16 rencana kegiatan pariwisata yang masuk kalender dalam  2020. Bahkan beberapa kegiatan sudah dilaksanakan sebelum pandemi COVID-19, antara lain seperti maulid akbar, balap motor lintas alam dan festival sepada ontel.

Akan tetapi adapula beberapa kegiatan yang dibatalkan di antaranya festival kopi saring bagi generasi milenial, pawai budaya yang diikuti semua komunitas, pameran bertajuk Banda Aceh Expo 2020.

Tak hanya itu saja, festival mi Aceh, kompetisi “food truck” atau truk kuliner, konvoi motor besar, festival kopi, hingga lomba memancing, serta beberapa kegiatan pariwisata lainnya juga dibatalkan.

Hal ini tentu termasuk salah satu hal yang baru terjadi dalam dunia pariwisata, dimana hampir semua sector pariwisata di dunia terkena dampak dari pandemic corona.

Jika biasanya acara wisata selalu di gelar dengan berbagai konsep yang mengundang penasaran banyak orang, kini justru kegiatan yang memicu terjadi kerumuman tidak diperbolehkan. Maka dari itu, tidak ada gunakanya membuka dan memaksakan kegiatan wisata ditengah situasi yang berbahaya ini.

“Kami berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan sehingga sektor pariwisata di Kota Banda Aceh kembali hidup. Pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan dampaknya mereka yang bekerja di sektor pariwisata,” kata Iskandar.

Seperti yang diketahui, sector wisata menjadi salah satu sector paling terpuruk terkena dampak dari pandemic corona di dunia.

Leave a Reply